Friday, March 15, 2013

MANUSIA PURBA DI INDONESIA


MANUSIA PURBA DI INDONESIA




            Ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran, Lembah Bengawan solo pada tahun 1936-1941.
·         Memiliki tulang pipi yang tebal
·         Memiliki otot kunyah yang kuat
·         Memiliki tonjolan kening yang mencolok
·         Memiliki tonjolan belakang yang tajam
·         Tidak memiliki dagu
·         Memiliki perawakan yang tegap
·         Memakan jenis tumbuhan

Pithecantropus Erectus

manusia kera yang berjalan tegak. Ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil pada tahun 1891. Fosil yang ditemukan berupa tulang rahang bagian atas tengkorak, geraham dan tulang kaki. Fosil ini ditemukan pada masa kala Pleistosen tengah.
·       
           Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
·         Volume otak berkisar antara 750 – 1350 cc
·         Bentuk tubuh & anggota badan tegap, tetapi tidak setegap meganthropus
·         Alat pengunyah dan alat tengkuk sangat kuat
·         Bentuk graham besar dengan rahang yang sangat kuat
·         Bentuk tonjolan kening tebal melintang di dahi dari sisi ke sisi
·         Bentuk hidung tebal
·         Bagian belakang kepala tampak menonjol menyerupai wanita berkonde
·         Muka menonjol ke depan, dahi miring ke belakang

1. Pithecanthropus mojokertensis, disebut juga dengan Pithecanthropus robustus. Fosil manusia purba ini ditemukan oleh Von Koeningswald pada tahun 1936 di Mojokerto, Jawa Timur. Fosil yang ditemukan hanya berupa tulang tengkorak anak-anak.

2. Pithecanthropus Mojokertensis , G.H.R. Von Koenigswald pada tahun 1936 mengadakan penelitian di desa Perning dekat Mojokerto di Lembah Sungai Brantas dan menemukan fosil manusia purba yang lalu diberi nama Pithecanthropus Mojokertensis yang artinya manusia kera dari Mojokerto, kemudian pada tahun 1939 Weidenreich dan Von Koenigswald menemukan jenis Pithecanthropus di Sangiran pada lapisan pleistosen bawah. Weidenreich memberikan nama fosil tersebut dengan nama Pithecanthropus Robustus, sedangkan Von Koenigswald menamakannya Pithecanthropus Mojokertensis.

3.  Pithecanthropus mojokertensis, disebut juga dengan Pithecanthropus robustus. Fosil manusia purba ini ditemukan oleh Von Koeningswald pada tahun 1936 di Mojokerto, Jawa Timur. Fosil yang ditemukan hanya berupa tulang tengkorak anak-anak.

HOMO

1. Homo soloensis, ditemukan oleh Von Koeningswald dan Weidenrich antara tahun 1931-1934 disekitar sungai bengawan solo. Fosil yang ditemukan hanya berupa tulang tengkorak. Ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh manusia purba jenis ini antara lain, volume otak antara 1000 – 1300 cc; tinggi badan antara 130 – 210 cm; muka tidak menonjol ke depan; serta berjalan tegap secara bipedal (dua kaki). Homo soloensis diperkirakan pernah hidup antara 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu.

2. Homo wajakensis, ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1889 di Wajak, Jawa Timur. Fosil yang ditemukan berupa rahang bawah, tulang tengkorak, dan beberapa ruas tulang leher. Ciri-ciri Homo wajakensis antara lain, memiliki muka lebar dan datar; hidungnya lebar dan bagian mulutnya menonjol; tulang tengkorak sudah membulat; serta memiliki tonjolan yang agak mencolok di dahi. Homo wajakensis diperkirakan hidup antara 40.000 sampai 25.000 tahun yang lalu.

No comments:

Post a Comment