Thursday, August 15, 2013

Kerja Ilmiah


Dalam melaksanakan kerja ilmiah, seorang peneliti harus memahami urutan metodse ilmiah:
1.       Menemukan dan merumuskan masalah
2.       Merumuskan hipotesis/eksperimen
3.       Merancang eksperimen
4.       Melakukan percobaan
5.       Mengadakan observasi
6.       Menarik kesimpulan
7.       Menguji kesimpulan dengan eksperimen lain

Friday, June 14, 2013

( Gerak )

Kedudukan Dan Perpindahan 
Kedudukan suatu benda dapat dinyatakan terhadap suatu titik seimbang yang disebut titik acuan. Kedudukan kanan titik acuan bertanda positif dan kedudukan disebelah kiri bertanda negatif. Kedudukan suatu Benda ditentukan oleh besar dan arah, sehingga kedudukan termasuk besaran vektor.


Jarak Dan Perpindahan
Jarak adalah panjang lintasan sesungguhnya yang ditempuh oleh suatu benda dalam waktu tertentu.
Perpindahan adalah perubahan kedudukan suatu benda karena adanya perubahan waktu. Perpindahan hanya bergantung pada kedudukan awal dan kedudukan akhir serta tidak bergantung pada lintasan yang ditempuh oleh benda. Misal, suatu benda pada kedudukan r1 lalu berpindah ke kedudukan akhir r2 , maka perpindahan benda tersebut dirumuskan sebagai berikut.
=r2 -r1

Perpindahan adalah perubahan kedudukan suatau benda dalam waktu tersentu. Perindhan sepanjang sumbu x adalah positif bil arah perpindahan ke kanan dan negatif apabila arah perpindahan ke kiri.

Kelajuan Dan Kecepatan
Kelajuan tidak bergantung pada arah, sehingga kelajuan termasuk besaran skalar dan selalu bernilai positif. Sedangkan kecepatan bergantung pada arah, sehingga kecepatan termasuk besaran vektor.

1. Kelajuan rata-rata 
kelajuan rata-rata didefinisikan sebagai hasil bagi jarak tital yang ditempuh dengan waktunya.
v=s/t 
dengan : v= kelajuan rata-rata
                   s= jarak total
                   t= waktu



Standar mata uang (moneter)



Standar moneter adalah patokan atau ukuran suatu benda dapat dijadikan sebagai uang dalam perekonomian suatu negara. Standar moneter meliputi:
A.Standar logam (Metalic standard) : Standar logam adalah penetapan logam tertentu untuk dijadikan mata uang dalam perekonomian, misalnya standar emas dan standar perak.
Standar logam meliputi :
1.Standar tunggal (monometalisme) = suatu sistem dimana emas digunakan sebagai standa rkeuangan suatu negara.
2.Standar kembar (bimetalisme) = suatu sistem dimana uang emas dan perak dipakai sebagai keuangan negara.
3.Standar pincang = sistem keuangan dimana mata uang yang berlaku adalah emas dan perak tetapi kedua logam tersebut tidak memilki perbandingan tertentu.
B.Standar kertas (The paper standard) :Standar kertas adalah sistem keungan dimana uang kertas berlaku sebagai alat pembayaran yang sah.
C.Standar barang gabungan (Composite commodity standard) : Standar ini mengaitkan nilai dolar atau beberapa unit moneter internasional menjadi barang gabungan.

Friday, May 24, 2013

Permintaan Uang Menurut Keynes


Permintaan Uang (J.M. Keynes)


menurutnya permintaan uang untuk:

A.Motif berjaga-jaga (precaution motive). Untuk memenuhi kebutuhan yang mendadak.
B.Motif untuk transaksi (transaction motive). Berkaitan dengan fungsiuang sebagai alat tukar.
C.Motif spekulasi (speculation motive). Bertujuan untuk memperoleh keuntungan.

Wednesday, April 24, 2013

Tentang manfaat Bunga Kamboja, Lidah buaya dan Temulawak.


KAMBOJA

Pohon yang mempunyai nama ilmiah Plumeria acuminata dari suku Apocynaceae ini, berasal dari kawasan Amerika Tengah dan Selatan. Selanjutnya menyebar ke daerah Filipina dan India.
Pohon kamboja dapat mencapai 3 sampai 7 meter. Batangnya halus dan kaya kandungan getah berwarna putih susu. Bunganya berkelamin dua, dengan warna putih pada bagian atas dan kuning di bagian dalam. Bunga kamboja ada yang berwarna putih, merah oranye dan merah.

Obat Segala Penyakit
Beberapa bagian pohon kamboja bisa digunakan untuk menunjang kesehatan. Dari bunga, kulit batang, daun dan getahnya bisa dibuat untuk obat. Diantaranya:
  1. Khasiat bunga kamboja untuk gigi berlubang
    • Ambil beberapa tetes getah bunga kamboja
    • Letakkan kekapas
    • Masukkan kapas yang sudah ada getah bunga kamboja kedalam gigi yang berlubang
    • Lakukan dengan hati-hati jangan sampai terkena gigi yang tidak berlubang dan sehat.

  2. Khasiat kembang kamboja untuk kaki pecah-pecah
    • Siapkan satu potong kulit kembang kamboja
    • Cuci sampai bersih
    • Rebus kulit kayu kembang kamboja tersebut dengan volume air tiga liter hingga mendidih
    • Gunakan untuk merendam kaki yang pecah-pecah selagi hangat
    • Lakukan dengan rutin satu kali sehari, sebaiknya dilakukan sebelum tidur.
  3. Khasiat bunga kamboja untuk sakit disentri.
    • Siapkan 12-24 gram bunga kamboja yang sudah kering
    • Cuci sampai bersih
    • Rebus ramuan tersebut kedalam air tiga gelas sampai airnya berkurang menjadi satu gelas
    • Saring ambil airnya
    • Minum air ramuan tersebut satu kali sehari
LIDAH BUAYA


Tanaman lidah buaya tidak beracun, tanaman sukulen yang menyimpan air di daun yang berdaging dan berair yang memungkinkan tanaman ini untuk bertahan hidup di daerah curah hujan alami rendah. Lidah buaya merupakan jenis tanaman sukulen yang mungkin berasal dari Afrika utara. Spesies ini tidak memiliki populasi alami, meskipun gaharu terkait erat memang terjadi di Afrika utara.
Manfaat Lidah Buaya Untuk Perawatan Kulit:
  • Lidah buaya menghidupkan kembali kulit yang terbakar akibat sengatan matahari.
  • Kulit yang halus dan bercahaya dapat dicapai dengan bantuan tanaman lidah buaya. caranya dengan menggosokkan gel lidah buaya ke wajah anda.
  • Tanaman Lidah buaya juga membantu dalam menyembuhkan lecet, gigitan serangga dan setiap reaksi alergi, eksim, luka bakar, radang, luka, psoriasis. Sangat berguna bagi orang yang memiliki kulit sensitif.
  • Jika Anda memiliki kulit kering. Anda bisa mendapatkan kulit normal, halus dan mengkilap dengan ekstrak minyak tanaman Aloe vera.
  • Lidah buaya adalah tanaman pelembab kulit yang luar biasa karena memiliki kemampuan menyediakan oksigen ke sel-sel yang memperkuat jaringan kulit dan membantu menjaga kulit sehat.
TEMULAWAK

Temulawak merupakan tananman obat asli indonesia tanaman ini bermafaat untuk jamu dan sangat baik untuk kesehatan. Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malesia. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan berhabitat di hutan tropis. Rimpang temu lawak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur.

1. Pelihara fungsi hati
Manfaat temulawak dapat digunakan untuk memelihara kesehatan fungsi hati karena kandungan kalagoganya.Dimana,kalagoganya ini berfungsi untuk produksi empedu dalam hati dan merangsang pengosongan kandung empedu.

2. Menambah nafsu makan
Secara pra kilinik dan klinik ditemukan bahwa rimpang temulawak dapat meningkatkan atau memperbaiki nafsu makan. Manfaat ini berkaitan dengan efek minyak atsirinya yang bersifat karminativum. Cara Pemakaian : ambil 25 gr temulawak, 10 gr asam jawa dan gula merah secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, saring dan diminum.

3. Perbaiki fungsi pencernaan
Secara pra klinik ditemukan bahwa serbuk rimpang dapat meningkatkan aktivitas dalam cairan lambung sehingga membantu metabolisme dan mengurangi kontraksi usus halus. Cara pemakaian: ambil 2 gram rimpang kering atau 8 gram temulawak segar. Panasi rimpang dengan air suhu 90 derajat selama 15 menit. Disaring, minum 2-3 kali sehari di antara waktu makan.

4. Mengurangi radang sendi
Pada temulawak terdapat kandungan Kurkumin yang berfungsi sebagai antiradang yang setara dengan 100 mg fenilbutazon yang dapat mengurangi nyeri dan radang sendi. Cara kerjanya yaitu melalui penghambatan migrasi sel-sel leukosit ke daerah radang atau melalui penghambatan pembentukan serta transportasi mediator radang yaitu prostagladin. Dari hasil uji klinik menunjukkan adanya perbaikan pada penderita radang sendi.

5. Menurunkan lemak darah

Hasil uji praklinik dan klinik menunjukkan bahwa ekstrak temulawak dan fraksi kurkuminoidnya dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida dan meningkatkan kadar HDL kolesterol. Komponen yang diduga berperan dalam menurunkan lemak darah adalah kurkuminoid.

Friday, March 15, 2013

PERKEMBANGAN SOSIAL, EKONOMI, DAN BUDAYA


PERKEMBANGAN SOSIAL, EKONOMI, DAN BUDAYA

·         Masa Berburu dan Berpindah2
o    Manusia pendukung kebudayaan ini adalah Pithecanthropus dan Homo Wajakensis.
o    Hidupnya selalu dekat dengan bahan makanan yang tersedia di alam, bila bahan makanan tidak ada lagi mereka akan pindah tempat ketempat yang ada bahan makanan.
o    Memperoleh api dengan cara membenturkan dua buah batu.
o    Benda2 yang dibuat untuk keperluan hidupnya terbuat dari batu yang masih kasar, banyak ditemukan di daerah Pacitan (JaTim). Sehingga sering disebut sebagai Budaya Pacitan.
o    Manusia prasejarah ini sudah mengenal kepercayaan, yakni memuja arwah nenek moyang.

·         Masa Bermukim dan Berladang
o    Manusia pendukungnya adalah jenis Homo Sapiens.
o    Tinggal dirumah panggung yang masih sangat sederhana.
o    Mereka sudah mulai berladang di daerah hutan yang telah dibakar.
o    Alat perkakas yang dibuat masih dari batu tapi permukaannya sudah mulai diasah. Contohnya kapak batu dan beliung batu.
o    Kepercayaannya memuja arwah nenek moyang, mereka mulai membangun bangunan tempat pemujaan. Kemudian dikenal dengan bangunan megalitikum.
o    Perubahan besar yang terjadi pada masyarakat ini adalah kemampuan menguasai sumber alam dan sudah mulai menetap walaupun untuk sementara.

·         Masa Bercocok Tanam
o    Jenis manusianya adalah homo sapiens dari ras Mongolid dan Austromelanesoid.
o    Hidup di rumah panggung, sudah beternak dan bercocok tanam.
o    Telah mempunyai pemimpin yang dipilih dari kelompok dengan syarat yang mereka tentukan.
o    Telah mampu mengolah perunggu untuk peralatan yang diperlukannya, seperti kapak perunggu, nekara dan molo, perhiasan, dan arca.
o    Kepercayaan mereka adalah Animisme dan Dinamisme.

PERIODISASI KEHIDUPAN PALING AWAL DI INDONESIA



PERIODISASI KEHIDUPAN PALING AWAL DI INDONESIA

·         Zaman Batu
o    Zaman Batu Tua (Paleolitikum)
Zaman Batu Tua ini berlangsung selama Kala Pleistosen. Zaman ini berlangsung kurang lebih 600.000 tahun. Peralatan yang digunakan terbuat dari batu dan tulang yang masih kasar. Dalam berkomunikasi mereka menggunakan bahasa isyarat. Masyarakatnya hidup berkelompok dan berpindah2 (nomaden). Masyarakat telah memiliki kepercayaan terhadap roh nenek moyang, hal ini diketahui dari bentuk penguburan yang ditemukan.Peninggalan yang ditemukan : kapak genggam, alat tulang Ngandong. Pendukung zaman ini : Homo Soloensis, Homo Wajakensis, dan Pithecanthropus Erectus.
o    Zaman Batu Tengah (Mesolitikum)
Masyarakat Mesolitikum mulai hidup setengah menetap, peralatan yang dibuat masih dari batu kasar, tetapi bahagian yang digunakan sudah diasah. Pada zaman ini terjadi perubahan besar, yaitu keterampilan membuat gerabah/barang pecah belah dari tanah liat yang dibakar. Para ahli memperkirakan manusia yang hidup pada zaman ini adalah Homo Sapiens. Peninggalan yang ditemukan : kapak tulang sampung, alat2 serpih (flake), dan kapak genggam sumatera.

o    Zaman Batu Muda (Neolitikum)
Zaman ini terjadi perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, dari nomaden berubah menetap (sedenter) dan food gathering berubah menjadi food producing. Masyarakat pendukung peradaban ini adalah penduduk migrasi Proto Melayu, dari Yunan (Cina Selatan). Peninggalan yang ditemukan: kapak persegi, kapak lonjong, dan gerabah.
o    Zaman Batu Besar (Megalitikum)
Pada zaman ini masyarakat sudah semakin maju, mereka sudah menetap dan teratur, hasil budayanya berupa peninggalan yang terbuat dari batu2 besar. Bangunan megalitik tersebut diperuntukkan sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang. Kebudayaan megalitik muncul pada zaman Neolitikum. Dan berkembang hingga zaman logam. Peninggalan yang ditemukan :
§  Menhir, yaitu tiang atau tugu batu yang terbuat dari batu tunggal dan ditempatkan pada suatu tempat. Fungsi menhir adalah sebagai sarana pemujaan terhadap arwah nenek moyang, tempat memperingati seseorang (kepala suku) yang telah meninggal, dan tempat menampung kedatangan roh. Menhir banyak ditemukan di pasemah, Sumatera Selatan.

§  Punden berundak, adalah bangunan pemujaan yang bertingkat2 (berundak2). Tempat pemujaan ini banyak ditemukan di daerah Cisolok, Sukabumi.


§  Dolmen, adalah meja batu sebagai tempat sesaji. Ada dolmen yang berkakikan menhir ada pula dolmen yang dijadikan kubur batu.


§  Kubur peti batu, adalah peti jenazah yang terpendam di dalam tanah berbentuk persegi panjang dan sisi2nya dibuat dari lempengan2 batu. Kubur peti batu banyak ditemukan di Kuningan, Jawa Barat

§  Sarkofagus atau keranda, adalah peti jenazah yang berbentuk seperti palung atau lesung, tetapi mempunyai tutup. Sarkofagus banyak ditemukan di Bali dan di Sumbawa Barat.


§  Waruga, adalah peti jenazah kecil yang berbentuk kubus dan ditutup dengan batu lain yang berbentuk atap rumah. Waruga banyak ditemukan di Minahasa.



§  Arca, menggambarkan manusia dan binatang, seperti gajah, rusa, harimau, babi rusa, dan kera. Arca banyak ditemukan di Sumatera Selatan.
Von Heine Geldern membagi penyebaran kebudayaan megalitik ke Indonesia menjadi 2 gelombang berikut :
§  Megalitik tua, yang menghasilkan menhir, punden berundak, dan arca2 statis, menyebar ke Indonesia pada Zaman Neolitikum (2500-1500SM) dibawa oleh pendukung kebudayaan kapak persegi (Proto-Melayu).
§  Megalitik muda, yang menghasilkan kubur peti batu, dolmen, waruga, sarkofagus dan arca2 menyebar ke Nusantara pada Zaman Perunggu (1000-100SM) dibawa oleh pendukung kebudayaan Dongsong (Deutro Melayu).

·         Zaman Logam
o    Zaman Perunggu
Pada zaman ini masyarakat telah mampu membuat peralatan dari perunggu, yakni campuran tembaga dengan timah. Peralatan prasejarah yang paling terkenal pada zaman ini adalah kapak perunggu dan nekara. Teknik pembuatan perunggu dibagi dua :
§  Teknik Bivalve (Setangkap)
Teknik ini menggunakan 2 cetakan yang dapat ditangkapkan (dirapatkan). Cetakan tersebut diberi lubang pada bagian atasnya. Dari lubang itu dituangkan logam cair. Bila perunggu sudah dingin cetakan dibuka. Bila membuat benda berongga, maka digunakanlah tanah liat sebagai intinya yang akan membentuk rongga setelah tanah liat itu dibuang. Cetakan ini dapat dipergunakan berkali2.
§  Teknik A Cire Perdue (Cetakan Lilin)
Pembuatan benda2 perunggu dengan teknik ini diawali dengan membuat bentuk benda logam dari lilin yang berisi tanah liat sebagai intinya. Bentuk lilin ini dihias dengan berbagai pola hias. Bentuk lilin yang sudah lengkap dibungkus lagi dengan tanah liat yang lunak. Pada bagian atas dam bawah diberi lubang. Dari lubang atas dituangkan perunggu cair dan dari lubang bawah mengalirlah lilin yang meleleh. Bila perunggu yang dituangkan sudah dingin, cetakan tersebut dipecah untuk mengambil bendanya yang sudah jadi. Cetakan seperti ini hanya dapat digunakan sekali saja.
o    Zaman Besi
Pada zaman ini masyarakat telah mampu membuat peralatan dari besi. Masyarakat pendukung kebudayaan ini adalah ras Deutro Melayu. Yang datang dari daratan Asia Tenggara. Mereka datang membawa kebudayaan Dongson (Vietnam), yakni kebudayaan perunggu Asia Tenggara.

Hasil kebudayaan zaman logam:
1. zaman perunggu. hasil kebudayaan zaman perunggu antara lain: kapak corong, nekara/moko
2. zaman besi. hasil kebudayaan zaman besi antara lain: mata kapak, mata sabit, mata pisau, mata pedang, sama cangkul.